KONSEP BALITA

2 Jan 2011
1. Pengertian Balita 
Anak balita adalah anak yang telah menginjak usia di atas satu tahun atau lebih popular dengan pengertian usia anak di bawah lima tahun (Muaris.H, 2006). Menurut Sutomo. B. dan Anggraeni. DY, (2010),  Balita adalah istilah umum bagi anak usia 1-3 tahun (batita) dan anak prasekolah (3-5 tahun).  Saat usia batita, anak masih tergantung penuh kepada orang tua untuk melakukan kegiatan penting, seperti mandi, buang air dan makan. Perkembangan berbicara dan berjalan sudah bertambah baik. Namun kemampuan lain masih terbatas. Masa balita merupakan periode penting dalam proses tumbuh kembang manusia. Perkembangan dan pertumbuhan di masa itu menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode
selanjutnya. Masa tumbuh kembang di usia ini merupakan masa yang berlangsung cepat dan tidak akan pernah terulang, karena itu sering disebut golden age atau masa keemasan. 
2. Karakteristik Balita 
Menurut karakteristik, balita terbagi dalam dua kategori yaitu anak usia 1  – 3 tahun (batita) dan anak usia prasekolah (Uripi, 2004).  Anak usia 1-3 tahun merupakan konsumen pasif, artinya anak menerima makanan dari apa yang disediakan ibunya. Laju pertumbuhan masa batita lebih besar dari masa usia pra-sekolah sehingga diperlukan jumlah makanan yang relatif besar. Namun perut yang masih lebih kecil menyebabkan jumlah makanan yang mampu diterimanya dalam sekali makan lebih kecil dari anak yang usianya lebih besar. Oleh karena itu, pola makan yang diberikan adalah porsi kecil dengan frekuensi sering Pada usia pra-sekolah anak menjadi konsumen aktif. Mereka sudah dapat memilih  makanan yang disukainya. Pada usia ini anak mulai bergaul dengan lingkungannya atau bersekolah  playgroup sehingga anak mengalami beberapa perubahan dalam perilaku. Pada masa ini anak akan mencapai fase gemar memprotes sehingga mereka akan mengatakan “tidak” terhadap setiap ajakan. Pada masa ini berat badan anak cenderung mengalami penurunan, akibat dari aktivitas yang mulai banyak dan pemilihan maupun penolakan terhadap makanan. Diperkirakan pula bahwa anak perempuan relative lebih banyak mengalami gangguan status gizi bila dibandingkan dengan anak laki-laki.
3. Tumbuh Kembang Balita
Secara umum tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda, namun prosesnya senantiasa melalui tiga pola yang sama, yakni:
a. Pertumbuhan dimulai dari tubuh bagian atas menuju bagian bawah (sefalokaudal). Pertumbuhannya dimulai dari kepala hingga ke ujung  kaki, anak  akan berusaha menegakkan tubuhnya, lalu dilanjutkan belajar
menggunakan kakinya.
b. Perkembangan dimulai dari batang tubuh ke arah luar. Contohnya adalah anak akan lebih dulu menguasai penggunaan  telapak tangan untuk menggenggam, sebelum ia mampu meraih benda dengan jemarinya.
c. Setelah dua pola di atas dikuasai, barulah anak belajar  mengeksplorasi keterampilan-keterampilan lain. Seperti melempar, menendang, berlari dan lain-lain. 
Menurut Soetjiningsih (2005) walaupun terdapat variasi yang besar, akan tetapi setiap anak akan melewati suatu pola tertentu yang merupakan tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan sebagai berikut :
a.    Masa prenatal atau masa intrauterin ( masa janin dalam kandungan )
1)   Masa mudigah/embrio : konsepsi sampai 8 minggu2)   Masa janin/fetus : 9 minggu sampai lahirb.    Masa bayi : usia 0 sampai 1 tahun
1)   Masa neonatal : usia 0 sampai 28 hari yang terdiri dari masa neonatal dini yaitu 0-7 hari dan masa neonatal lanjut yaitu 8-28 hari2)   Masa pasca neonatal : 29 hari sampai 1 tahunc.    Masa prasekolah (usia 1 sampai 6 tahun)
Klasifikasi umur balita menurut Murwani (2009) yaitu:a.    Masa prenatal yang terdiri dari dua periode yaitu masa embrio dan masa fetus (usia 0-9 bulan)
b.    Masa neonatal (0-28 hari)
c.    Masa bayi (29 hari-1 tahun)
d.   Masa batita (1-3 tahun)
Masa balita (3-5 tahun).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar